Panen Padi Berkurang Karena Saluran Irigasi Dipenuhi Sampah

Sungai Penuh – Desa Tanjung Karang Kecamatan Tanah Kampung Kota Sungai Penuh merupakan Desa yang berada di perbatasan Kecamatan Tanah Kampung dengan desa Pinggir Air Kecamatan Kumun Debai. Desa ini memiliki lahan pertanian sawah yang luas dan mempunyai saluran air yang berada di pinggiran sawah tepatnya dibelakang rumah penduduk, saluran air ini sangat diperlukan masyarakat untuk menyalurkan air ke sawah-sawah yang ada di desa. 

Kondisi saluran air saat ini sangat tidak baik (buruk) yang mana airnya hitam dan terdapat banyak sampah, seperti sampah plastik, sampah rumah tangga bahkan bangkai binatangpun sering dijumpai sehingga menimbulkan bau yang sangat menyengat yang mengganggu aktifitas masyarakat serta irigasi tidak berfungsi.

Pemerintah desa Tanjung Karang sudah melakukan Gotong Royong pembersihan sepanjang saluran air namun sampah terus menerus bertambah. Saluran air ini merupakan jalan buntu karena air tidak mengalir sampai ke desa Pinggir air, jadi sampah terendap.

“Kami sudah ke Dinas LH Kota Sungai Penuh untuk koordinasi dan minta solusinya membersihkan saluran irigasi tersebut. Tapi sejauh ini belum ada tanggapan dan mereka mengatakan itu pertanggungjawaban Dinas Perkim bidang drainase. Kami pun ke Dinas Perkim tapi dengan rasa kecewa, sekarang masa pandemi jadi dana tidak ada. Selanjutnya kmai ke Dinas PUPR bidang SDA tapi Kabid dan Kadis pada waktu itu sedang Dinas Luar (DL). Beberapa bulan yang lalu kami pernah ikut acara Sosialisasi di Dinas PUPR Kota sungai Penuh yang berkaitan dengan pengairan, saluran dan sanitasi (masalah limbah). Saat itu kami sudah sampaikan permasalahan desa dan dokumenpun sudha kami serahkan tetapi sampai sekarang belum ada tanggapan”. Ungkap Syaftuni selaku Kepala Desa.

Upaya yang dilakukan tidak berhenti sampai disana, pemerintah desa juga telah koordinasi ke beberapa dinas terkait. “Kami juga sudah mendatangi Kantor TPOP DI Batang Sangkir di Simpang Aro, hanya ada petugas disana dan kami diminta untuk  membuat proposal yang di ajukan ke BWSS IV di Jambi dan itupun sudah kami lakukan. Saat kami hubungi lagi petugas TPOP tersebut mengatakan akan koordinasi dulu dengan desa Pinggir air karena desa itu muara dari saluran dan muaranya lebih tinggi dari hulu. Serta terkendala anggaran untuk pelngsiran sampah ini tidak ada” jelasnya.

“Saya selaku Pemerintah desa sangat berharap kepada Pemerintah baik Propinsi maupun Kota Sungai Penuh apalagi pada saat ini dalam Program 100 hari kerja Walikota dan Wakil Walikota Sungai Penuh yang salah satunya program permasalahan persampahan. Mohon Perhatian dan tindakan terhadap masalah yang desa kami hadapi” tutup Kades.

 

 

0 0 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
0
Would love your thoughts, please comment.x
()
x